Ads Top

Tips Aman Berkendara pada Saat Musim Hujan

Berkendara saat musim Hujan

Di beberapa wilayah di Indonesia akhir-akhir ini mulai sering diguyur hujan. Pengendara sepeda motor penting untuk memiliki perhatian ekstra ketika bermotor di tengah hujan.

Saran dari Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM), Hendrik Ferianto, ketika hujan lebih baik pemotor berhenti terlebih dahulu untuk berteduh. Cari tempat teduh yang aman, tidak disarankan berteduh di bawah pohon.

"Tips pertama adalah berhenti dan berteduh. Berteduhnya pun jangan di bawah pohon. Karena pohon banyak yang gede bohong, pohonnya rimbun, besar tapi mudah patah. Apalagi ada angin," kata Hendrik.

Jika terpaksa harus tetap melaju saat hujan, pakailah jas hujan. Hendrik mengatakan, pakai jas hujan model setelan (celana dan baju). "Jangan pakai yang model ponco," katanya.

Pada saat 10 menit pertama kali turun hujan, pengendara diminta lebih berhati-hati. Sebab, permukaan jalan saat 10 menit pertama turun hujan akan sangat licin.

"10 menit pertama kali hujan, itu jalan sangat-sangat licin. Pertama karena kondisi jalan panas, terus tersiram oleh air hujan, dia ada uap. Lalu pasir-pasir yang tadinya mengendap di aspal, kesiram air hujan belum mengalir ke pinggir, nah itu sangat licin," ujarnya.

Sebaiknya, pada saat 10 menit pertama turun hujan, berhenti terlebih dahulu. Kalaupun mau jalan, jalan saja dengan kecepatan rendah. Jangan sampai saat pertama turun hujan, makin deras, berkendaranya malah makin kencang.

Selanjutnya, mengendarai sepeda motor saat hujan, disarankan untuk mengurangi kecepatan dan jaga jarak aman. Karena, saat hujan kendaraan membutuhkan jarak pengereman yang lebih jauh.

"Karena kampas rem akan basah, sehingga kalau kita ngerem, kampas rem akan ngeringin dulu baru dia gigit disk," ujarnya.

Lalu, hindari genangan air. Sebaiknya ketika berkendara, pilih jalur agak ke tengah karena biasanya jalanan di pinggir terdapat genangan yang lebih dalam.

"Enggak usah terlalu kanan, yang penting kita masih bisa lihat jalan meski ada genangan air. Jangan ambil genangan air yang sudah tinggi. Karena kita enggak tahu di dalamnya ada apa, entah ada lubang atau apa. Kalau di situ ada lubang, kita enggak siap, karena ibaratnya kita buta. Itu potensi untuk jatuh," kata Hendrik.

Untuk teknik pengereman saat hujan, tekan rem depan dan rem belakang dengan porsi yang sama (50 persen rem depan:50 persen rem belakang). Ini berbeda dengan teknik pengereman saat kondisi kering yang biasanya mengombinasikan rem depan dan belakang dengan porsi rem depan yang lebih besar.

"Jadi rem depan jangan terlalu banyak. Kalau dalam kondisi kering kan kalau angka perbandingan 60 (rem depan):40 (rem belakang). Tapi dalam kondisi basah harus sama 50:50. Karena rem depan yang dominan dalam kondisi basah lebih bahaya,"

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.